Minggu, 04 Desember 2011

Fenomena Segitiga Bermuda

Segitiga Bermuda identik dengan fenomena misterius atas hilangnya pesawat atau kapal yang melintas di kawasan tersebut. Benda seberat ratusan bahkan ribuan ton bisa tiba-tiba lenyap seperti ditelan bumi jika melintas di kawasan Miami-Bermuda-Puerto Rico tersebut.

Fenomena Segitiga Bermuda terjadi karena adanya fenomena alam yang disebut air pocket (kantong udara) atau air hole. Air pocket ini pula yang kini disebut-sebut menjadi jawaban atas simpang siurnya penyebab kecelakaan yang membuat pesawat Adam Air yang jatuh di kawasan Sulawesi Senin (1/1).

Banyak pihak menyatakan berbagai alasan yang berbeda-beda terhadap nasib pesawat yang hingga kini belum ditemukan keberadaannya ini. Mulai dari gangguan cuaca, kelalaian pilot, sabotase, hingga fenomena alam berupa kantong udara atau air pocket.

Adalah pakar hukum penerbangan, Kamis Martono yang menyampaikan kemungkinan ini. Kepada wartawan di Jakarta, Selasa lalu (2/1), Martono menyatakan ada kemungkinan pesawat Adam Air jatuh akibat masuk ke dalam wilayah kantong udara. Pasalnya, lokasi menghilangnya pesawat berada dalam wilayah titik kantong udara.

Martono menjelaskan bahwa kantong udara adalah sebuah ruangan yang berisi udara yang mengalir dengan kecepatan tinggi. ''Biasanya titik air pocket ini berada di sekitar kawasan pegunungan,'' jelasnya. Jika di atas wilayah air pocket ini melintas pesawat udara dengan ketinggian yang rendah, jelasnya, pesawat ini bisa saja tiba-tiba tersedot ke bawah menghantam bumi atau justru terlontar ke atas.

Di perairan sekitar Masalembo, Sulawesi Selatan bisa dikatakan sebagai kawasan Bermuda ala Indonesia lantaran adanya perairan dalam yang berputar. ''Putaran ini ke mana larinya, kita tidak tahu,'' kata dia.

Fenomena inilah yang menurut Martono bisa menjelaskan mengapa pesawat yang dikemudikan kapten pilot Revri Agustian Widodo ini tiba-tiba turun drastis dari ketinggian 35 ribu kaki menjadi 8 ribu kaki. Menurut Martono, fenomena air pocket sendiri tidak bisa dijelaskan asal muasalnya. ''Layaknya gejala alam yang lain, air pocket juga merupakan fenomena alam yang sulit dijelaskan,'' ungkapnya.

Martono menjelaskan sebenarnya fenomena alam ini jarang menimbulkan korban jatuhnya pesawat. Namun, lanjutnya, kecelakaan bisa saja terjadi jika daya tarik akibat air pocket ini luar biasa besar. ''Jika daya tarik besar ditambah ketinggian pesawat yang rendah, maka kecelakaan bisa saja terjadi,'' jelasnya.

Namun sejauh ini Martono tidak bersedia menyatakan bahwa hilangnya pesawat Adam Air di Sulawesi diakibatkan oleh air pocket. ''Tidak seperti itu, apa yang saya sampaikan hanyalah sebuah kemungkinan bahwa bisa saja pesawat Adam Air itu jatuh karena fenomena air pocket,'' ungkapnya. Karena itu, ia pun enggan memprediksi seberapa besar kemungkinan jatuhnya pesawat Berbadan oranye ini akibat fenomena alam ini.

Tak ada penjelasan ilmiah
Selain karena fenomena air pocket, Martono menjelaskan Indonesia memiliki beberapa titik yang berbahaya bagi penerbangan. Salah satunya adalah perairan Masalembo di Sulawesi Selatan, dan Teluk Bayur di Sumatera Barat. Namun Martono menegaskan fenomena alam di dua lokasi ini berbeda dengan fenomena alam yang menjadi kemungkinan penyebab jatuhnya pesawat Adam Air yaitu air pocket.

Khusus di perairan Masalembo, ungkapnya, lokasi ini pernah menelan tiga buah pesawat yang menghilang secara msiterius. Hingga kini nasib ketiga pesawat yang hilang secara berurutan di tahun 1961 ini belum bisa diketemukan keberadaannya. Karena itu, Martono menyebut kawasan ini sebagai Segitiga Bermuda-nya Indonesia akibat peristiwa misterius hilangnya pesawat di tempat ini.

''Disebut seperti itu, karena seperti Segitiga Bermuda, fenomena hilangnya pesawat di perairan ini tidak bisa dijelaskan secara ilmiah, namun terjadi,'' katanya. Seperti di Segitiga Bermuda, fenomena hilangnya tiga pesawat di perairan Masalembo juga tidak bisa dijelaskan secara ilmiah. Apalagi, hingga kini pesawat naas itu hilang begitu saja seakan ditelan bumi.

Risiko Kecelakaan Ia menambahkan, semestinya pada Januari hingga Februari tidak diadakan pelayaran maupun penerbangan di lokasi tertentu yang berkemungkinan terdapat air pocket. Pasalnya dalam bulan-bulan ini kondisi Cuaca memperburuk kondisi alam saat berlayar maupun terbang. ''Tapi, sayang di sini sudah dianggap biasa karena menjadi hal yang rutin,'' ujarnya.

Menurut data penerbangan titik aman kecelakaan justru berada saat pesawat berada di udara. ''Walaupun pernah terjadi, tapi persentasenya bisa diabaikan,'' kata Kamis. Malahan kemungkinan kecelakaan tertinggi berada di bandara. Ketika itu kemungkinan terjadi kecelakaan 100 persen. Sementara saat take off kemungkinannya jauh berkurang, hanya 13 persen sampai 19 persen.

Pesawat berada dalam titik tenang saat berada di udara. Lalu kemungkinan kecelakaan kembali meningkat saat akan menurun, yaitu 81 persen sampai 87 persen. Saat telah mendarat pun masih terdapat kemungkinan kecelakaan sebesar 1 persen. ''Ini pernah terjadi di Pulau Kenari ketika pesawat yang sudah mendarat malah tabrakan dengan pesawat lainnya di ujung landasan dan menewaskan lebih dari 500 penumpang,'' tutur Martono.
Ada pula yang menyimpulkan segitiga Bermuda itu mempunyai 10 kejelasan , di antaranya :
1. Mitos dan Ramalan

Satu-satunya penjelasan adalah tidak ada penjelasan, Segitiga Bermuda didasarkan pada takhayul oleh imajinasi manusia abad ke-20 menjadi kecenderungan banyak orang condong percaya pada misteri di segitiga bermuda

Sebagai contoh Penulis mengambil klaim tua tentang dongeng pelaut,legenda dan bahkan catatan oleh Christopher Columbus pada daerah tersebut memiliki "lampu aneh yang menari-nari di cakrawala" "api di langit" dan "kompas aneh" dan bumbu-bumbu kata-kata mendayu-dayu lain untuk memperindah dan menambah misteri .

Hari ini diyakini bahwa apa yang Columbus amati sebagai api yang menari-nari ternyata adalah "ulah" suku primitive Taino yang sedang memasak / menyalakan api di atas kano mereka di dekat pantai.
Pembacaan kompas yang kacau karena adanya salah perhitungan dari gerakan bintang tertentu, dan api di langit itu sebenarnya adalah meteor jatuh ke bumi yang mudah dilihat saat di laut.

Menurut Kamus skeptis, banyak bencana yang diklaim telah terjadi di daerah itu sebenarnya tidak terjadi di Segitiga Bermuda. dan Misteri sebenarnya adalah mengapa segitiga Bermuda bisa dianggap sebagai Laut yang misterius.

hari ini meskipun daya pikat misteri di segitiga bermuda telah terungkap dan dipatahkan oleh banyak penjelasan ilmiah oleh peneliti dan ilmuwan yang kredibel dibidangnya, namun cerita misteri tentang Bermuda tetap ada di hati banyak orang... mungkin karena orang membutuhkan sekedar mitos fiksi untuk sisi imajinasi manusia yang tak terbatas.







2. Human Error .

Disorientasi spasial dan kebingungan sensorik adalah jarang dilakukan pilot tetapi menjadi alasan yang nyata untuk kecelakaan pesawat terbang (87 % disebabkan human eror)Juga fakta bahwa Segitiga Bermuda menjadi daerah yang ramai lalu lintasnya, daripada di daerah lain, menyebabkan kecelakaan lebih banya terjadi.

Kesalahan manusia kemungkinan besar nomor satu yang menjadi penyebab kematian di bermuda tapi ada sesuatu yang lebih besar benar-benar penyebab dari segala spekulasi.

3. Gelombang dan Perubahan Cuaca Yang Cepat

Badai Karibia Atlantik menghasilkan cuaca tak terduga dan pusaran air dalam area Segitiga Bermuda menjadi salah satu penyebab terbesar misteri lenyapnya kapal dan pesawat di Segitiga Bermuda .

Menurut Norman Hooke yang bekerja untuk Lloyd's Maritime Information Services di London, "Segitiga Bermuda tidak ada." Kata Dia bukan insiden, tapi berhubungan dengan kecelakaan oleh cuaca.

Badai destruktif di daerah tersebut terdokumentasi dengan baik begitu juga dengan gelombang besar yang tiba-tiba yang menenggelamkan kapal . Penelitian satelit terbaru telah membuktikan satu gelombang tunggal mencapai setinggi 80 kaki atau lebih tinggi di daerah laut terbuka.
4. Variasi arus teluk
Arus Teluk hampir seperti sebuah sungai dalam laut yang berasal dari Teluk Meksiko dan mengalir melalui Selat Florida ke Atlantik Utara. Ini mencakup 40 sampai 50 mil-luas wilayah dan dapat membawa puing-puing hingga kecepatan permukaan 5,6 mil per jam untuk 2-4 simpul arus,dan hal ini tergantung pada pola cuaca.

Arus Teluk dapat dengan mudah memindahkan pesawat atau kapal tentunya, dan selanjutnya, Segitiga Bermuda termasuk sebagai beberapa palung alut terdalam di dunia, yang terdalam mendekati hampir 10.000 meter di bawah laut. Kapal tetap sangat mungkin ditelan oleh laut ke parit jika tidak oleh arus.

Tanpa diduga gelombang tinggi juga telah dilaporkan hingga delapan puluh meter di luar Arus Teluk, menambah sulitnya mencari kapal dan pesawat hilang di laut

5. Medan magnet
Kecelakaan aneh di Segitiga Bermuda telah dikaitkan dengan bukti masalah kompas dan navigasi, membuat bidang geomagnetik sebagai kasus nyata, dan teori masuk akal untuk penghilangan yang terjadi di Bermuda. Masalah dengan peralatan magnetik dari medan geomagnetik adalah 5 dari sepuluh alasan utama Segitiga menjadi begitu membingungkan.

Banyak teori bahwa ada anomali magnetik di daerah dan bahwa wilayah ini karena salah satu dari hanya dua tempat di bumi di mana kutub utara dan magnet utara membujur yang dapat menhasilkan bervariasi hasil pada peralatan navigasi.

Dalam kaitannya dengan teori 'kabut elektronik' oleh Rob MacGregor dan Bruce Gernon, badai elektromagnetik yang kuat dari dalam bumi menembus ke permukaan dan datang ke atmosfir meninggalkan kabut di belakangnya.





6. Gas metan
Salah satu Penjelasan tentang segitiga bermuda sebagai laut pemangsa misterius adalah Gas Metan

Teori ini telah difokuskan pada kehadiran bidang besar gas alami yang disebut metana. Percobaan laboratorium telah membuktikan bahwa gelembung metana memang bisa menenggelamkan kapal dengan mengurangi kepadatan dari air dengan puing-puing dasar laut dan busa yang sangat mungkin untuk naik ke permukaan untuk kemudian dengan cepat menggulingkan kapal

Teori ni memiliki bukti tambahan dengan peristiwa letusan 'gunung lumpur' yang dapat menghasilkan air berbusa yang tidak lagi mampu memberikan daya apung yang memadai untuk kapal menyebabkan mereka tenggelam sangat cepat tanpa peringatan.

Telah diketahui dari percobaan bahwa gas metana juga dapat mempengaruhi pesawat serta kapal. Publikasi oleh USGS menjelaskan tentang persediaan besar hidrat bawah laut di seluruh dunia. Tetapi menurut dokumen lainnya, tidak ada rilis besar gas diyakini telah terjadi di Segitiga Bermuda selama 15.000 tahun terakhir.(Tidak ada rilis atau benar-benar tak ada catatan?)

7. Serangan yang di sengaja untuk menghancurkan
Jauh lebih masuk akal, meski jauh lebih tragis, adalah serangan yang disengaja untuk penghancuran..

Meskipun dalam penerbangan 19 tadi, tidak ada bukti untuk dugaan bahwa pesawat hilang hilang karena serangan yang disengaja , banyak yang percaya ini adalah alasan bagi banyak pesawat dan kapal hilang lainnya di daerah Segitiga Bermuda.

Tindakan penghancuran sengaja mencakup tindakan perang dan pembajakan. Catatan dalam file musuh selama Perang Dunia telah mendokumentasikan banyak kerugian, dan orang-orang yang tidak tercatat, banyak yang diasumsikan telah tenggelam oleh salah satu perampok permukaan atau kapal selam.

Pembajakan oleh Bajak laut, perompak, atau bahkan penyelundup obat bius.
Sampai hari ini banyak catatan peristiwa tentang hilangnya kapal karena pembajakan di laut terbuka meskipun Kapten Blackbeard si bajak laut legendaris itu sudah lama tiada



8. Penculikan oleh alien
Teori Penculikan Alien di segitiga bermuda ada di nomor 8 karena teori itu begitu populer namun sepertinya tidak mungkin.

Kecelakaan 'misterius' di daerah itu meningkat pada tahun 1967 dengan press release oleh National Geographic Society merinci fenomena aneh di dalam dan sekitar Segitiga.

Tentu saja penculikan alien bukan dugaan, tapi orang-orang segera mulai mengisi kekosongan dengan penjelasan seperti alien mengganggu peralatan navigasi untuk menculik orang.

Kabut psikedelik tahun enam puluhan mulai diangkat sebagai isu saat orang-orang pindah ke 70-an, tetapi gagasan alien berlanjut lama setelah tahun 60-an menjadi memori transendental.

Sebuah pencarian besar di darat dan laut dilakukan untuk untuk menemukan 5 torpedo bomber Angkatan Laut yang menghilang saat melakukan penerbangan rutin serta pesawat penyelamat yang hilang setelah dikirim untuk mencari kru yang hilang.

Penerbangan 19 terdiri dari 13 awak, dan sampai sekarang korban dan puing-puing pesawat tidak pernah diketemukan , termasuk pesawat penyelamat yang terdiri dari 14 orang lainnya yang bermaksud menjadi tim pencari.


9. Mesin waktu
Teori ini masuk di nomor 9 karena kurangnya bukti yang serius,. Beberapa laporan mengatakan bahwa sebanyak 1.000 jiwa telah hilang dalam 500 tahun terakhir dan bahwa lebih dari 50 kapal dan 20 pesawat telah hilang dalam 1 abad terakhir. Angkatan Laut AS dan Coast Guard mengatakan ada bukti kegiatan yang tidak biasa di daerah tersebut, tetapi perjalanan waktu?

Dugaan ini masih luas beredar meskipun fakta bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu daerah yang paling diperdagangkan di dunia dan karenanya jumlah penghilangan seharusnya tidak signifikan menurut Angkatan Laut.

Namun, orang percaya ada yang berpikir Segitiga Bermuda memiliki 'lubang biru' dianggap sisa-sisa lubang cacing mana alien lintas dimensi melakukan perjalanan ke Bumi. Teori ini sekarang ada dicetuskan oleh Rob MacGregor dan Bruce Gernon dalam “electronic fog” yang memiliki kualitas waktu perjalanan.




10. Teknologi dari kota atlantis yang hilang

Dari berbagai klaim tentang Segitiga Bermuda, salah satu dugaan bahwa itu adalah lokasi kota Atlantis yang hilang, Edgar Cayce meramalkan bahwa pada tahun 1968 arkeolog akan menemukan pintu masuk ke kota Atlantis tenggelam di dekat Bimini di Segitiga Bermuda. Pada saat itu batu yang membentukn dinding ditemukan terbenam secara disengaja di sebuah pulau di Bahama dan banyak yang beranggapan ini adalah bukti dari kota Atlantis yang hilang .

Menurut legenda, kota Atlantis mempunyai pembangkit energi dari kristal dimana sampai hari ini masih mengirimkan gelombang energi,karena lokasi kristal yang terkubur di bawah laut yang menyebabkan kapal dan pesawat akan terganggu pada peralatan navigasinya.

Teori konspirasi hari ini juga berspekulasi tentang sebuah pangkalan militer di bawah air yang dikenal sebagai Underwater Area 51, salah satu alasan untuk misteri di Segitiga Bermuda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar