Sabtu, 30 Juni 2012

donor darah


Donor Darah

Salah satu kegiatan PMI yang paling dikenal masyarakat adalah donor darah. Menyumbangkan sebagian darah untuk kemudian disalurkan kepada yang membutuhkan menjadi suatu sumbangan berarti dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Tidak membutuhkan persyaratan sulit untuk menjadi calon donor.

Kriteria umum yang ditetapkan PMI adalah antara lain: 

-  calon donor harus berusia 17-60 tahun,
-  berat badan minimal 45 kg
-  tekanan darah 100-180 (sistole) dan 60-100 (diastole).
-  Jika berminat, calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran; lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah; serta dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter.
-  Jika lulus, barulah darah dan contoh darah diambil.
-  Namun, harus diingat, demi menjaga kesehatan dan keamanan darah, individu yang antara lain memiliki kondisi seperti alkoholik, penyakit hepatitis, diabetes militus, epilepsi, atau kelompok masyarakat risiko tinggi mendapatkan AIDS serta mengalami sakit seperti demam atau influensa; baru saja dicabut giginya kurang dari tiga hari; pernah menerima transfusi kurang dari setahun; begitu juga untuk yang belum setahun menato, menindik, atau akupunktur; hamil; atau sedang menyusui untuk sementara waktu tidak dapat menjadi donor.

Tunggu apa lagi, ayo ikut jadi donor darah! 

Gotong royong

Gotong Royong 

Semangat Gotong Royong di Indramayu Kembali Digalakkan Kamis, 28/06/2012 - 12:11 INDRAMAYU, (PRLM),- Semangat gotong royong ditengah masyarakat Indramayu harus kembali digalakkan hal ini mengingat sikap kebersamaan ditengah masyarakat Indonesia semakin pudar. Hal ini ditegaskan Plt. Sekda Kab. Indramayu, Ahmad Bahtiar SH. Jika semangat gotong royong kembali tumbuh ditengah masyarakat Indramayu, maka Indonesia bisa terhindar dari negara gagal seperti yang terjadi saat ini. BBGRM diharapkan bisa menjadi kembali penyemangat dan motivasi bagi masyarakat untuk kembali menumbuhkan semangat gotong royong. Melalui bulan bhakti gotong royong masyarakat, lanjut Sekda, pembangunan masyarakat desa sebagai basis pembangunan daerah dan pembangunan nasional, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah agar kesenjangan kehidupan masyarakat perdesaan dan perkotaan tidak semakin melebar, yang dapat berimplikasi terhadap timbulnya kecemburuan sosial bahkan disintegrasi bangsa.. Kegiatan bulan bhakti gotong royong masyarakat adalah salah satu upaya untuk melestarikan nilai-nilai gotong royong di masyarakat, melalui peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, khususnya dengan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan dalam pelaksanaan pembangunan. “Pada hakikatnya, selama desa masih ada maka gotong royong tidak akan punah. Yang perlu dicermati adalah upaya untuk mengurangi pergeseran makna gotong royong yang menyebabkan bergesernya praktek dan implementasinya, sehingga tidak mengganggu nilai-nilai luhur untuk terus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penutupan bulan bhakti gotong royong masyarakat saat ini bukan berarti mengakhiri kegiatan gotong royong yang sudah ada, tetapi gotong royong tersebut perlu terus ditumbuhkan dan dilestarikan di setiap waktu dan kesempatan dalam upaya membina persatuan dan kesatuan.” http://www.pikiran-rakyat.com/node/193953

Rabu, 27 Juni 2012

Bakti sosial di aceh

PEMA Unsyiah Gelar Baksos Di Aceh Timur Baksos atau bakti social adalah suatu kegiatan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan agar tali silaturahmi dapat berjalan dengan baik. Seperti hanya di Aceh Timur – Mahasiswa yang tergabung dalam Pemerintahan Mahasiswa (PEMA) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), melaksanakan bakti sosial (baksos) di Kabupaten Aceh Timur. Bakti sosial selama sepuluh hari dilaksanakan di dua titik, yaitu di Desa Lokop, Kecamatan Serbajadi dan Desa Keudeu Geurubak, Kecamatan Banda Alam. Relawan mahasiswa diterima Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdakab Aceh Timur, Abdul Munir, S.E. Pada kesempatan tersebut, Munir yang mewakili Pj Bupati Nasrullah Muhammad juga berpesan kepada seluruh mahasiswa/i, agar dapat menjaga tingkah laku, sopan santun dan adat istiadat daerah yang akan di kunjungi, sehingga masyarakat setempat dapat menerima kehadiran mereka dengan tangan terbuka. Selain itu juga diharapkan kepada para mahasiswa/i untuk dapat mengaplikasikan seluruh pengetahuan sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajari selama duduk dibangku perkuliahan sehingga berguna bagi masyarakat setempat, “berikan lah seluruh pengetahuan yang kalian miliki agar masyarakat yang sebelumnya tidak tahu akan menjadi tahu sehingga sedikit banyak akan ada suatu ilmu yang tertinggal nantinya di masyarakat,” ujar Abdul Munir. Dosen pendamping dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh yang ikut dalam rombongan relawan Garuda 2 berharap kepada anak didiknya untuk beradaptasi dengan lingkungan dan adat istiadat masyarakat setempat agar dapat diterima oleh masyarakat, “semoga semua mahasiswa/i yang akan melakukan kegiatan bakti sosial ini dapat diterima di tengah-tengah masyarakat, bahkan tidak memungkinkan akan menjadi bagian dari penduduk di desa tersebut,” ujarnya. Kegiatan bakti sosial relawan Garuda 2 mengirimkan masing – masing mahasiswa/i sebagai perwakilan seluruh Fakultas yang ada di Perguruan Tinggi Negeri yang berlokasi di Banda Aceh. (IS) Referensi : http://atjehlink.com/pema-unsyiah-gelar-baksos-di-aceh-timur/